Cahaya terpancar menerangi kegelapan
Terngiang sunyi hembusan angin
Satu.. Dua.. Tiga…
Jarum jam masih berdetak
Aku terdiam tanpa bergeming
Masih kaku terbaring
Meratapi nasib yang mengiring
Sehingga kepala terus berpusing
Lelah.. aku lelah..
Tidak tahu sampai bila harus berjalan
Melangkah di batuan
Tergores kerikil tajam tidak bertuan
Diterpa gelojak benteng keegoan
Aku menangis kesepian
Tenggelam dalam lautan kesedihan
Sunyi, gelap, tanpa ada yang mengetahui
Ku sembunyi disebalik topeng kegembiraan
Menutupi kesedihanku
Suara putus asa berdesing keras
Ketakutan mengiring jelmaan neraka kehidupan
Mata dikatup berusaha ku menepis
Perjuangan ini perlu diteruskan
Walau amat melelahkan
Akan ku tepis lidah belati
Yang dilontarkan di setiap penjuru
Kan ku lebarkan sayap kecilku
Demi kebahagiaan yang dinanti
Teruskan bangkit pabila tersungkur
Hidup ini terlalu singkat
Untuk disiakan
Carilah kebahagiaan
Walau kehidupan penuh dengan onak duri
Kerna itulah pengubat nestapa
Aina Mazlan

No comments:
Post a Comment